0877-5297-5157
admin@resep-hni.com
Bisnis Rumahan, Murah, Untung dan Simple

Dengar Cerita Pengidap Guillaen Barre Syndrome (gbs) Atau Lumpuh Layu Hingga Bisa Berjalan. Apa Saja Yang Diminum...

Mitra saya bernama Muttammatusy Syariyyah, suaminya divonis sakit Guillaen Barre Syndrome (GBS) yang mengakibatkan lumpuh layu sudah 6 bln.

Waktu itu saya anjurkan mengkonsumsi Stimfibre seharusnya konsumsi 1x2 pagi dan sore, karena faktor ekonomi hanya sanggup minum sf 1x1 pagi hari saja, kaki dan bagian lain olesi Minyak Herba Syinergi .

1. Saat Mengkonsumsi StimFibre 1 kotak habis BAB mulai lancar, sudah bisa bab ke kamar mandi denga "ngesot".

2. Konsumsi StimFibre kotak ke 2, ke kamar mandi sudah bisa merangkak .

3. Habis Stimfibre kotak ke 3 sudah mulai bisa berjalan sambil berpegangan tembok.

4. Konsumsi StimFibre kotak ke 4 Alhamdulillah sudah bisa jalan kaki pergi ke masjid

Alhamdulillah produk-produk halal berkualitas HNI HPAI adalah SOLUSI bagi yang sehat juga yang sakit. Kisah ini diceritakan saat acara KHT Special di Batam oleh Dhini Dhini Hariani/269737 Stokis Batam.

CATATAN ADMIN:

Istilah Guillaen Barre Syndrome sepertinya terdengar sangat asing bagi sebagian orang, termasuk admin. Terus terang baru tahu ada nama penyakit kok KEREN sekali ya. Karena penasaran akhirnya cari-cari info di internet tentang syndrome ini. Sekalian kasih info ke pembaca biar tambah ilmu ya.

jika menurut literatur dari bung WIKI adalah peradangan akut yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas.

Sindrom ini ditemukan pada tahun 1916 oleh Georges Guillain, Jean-Alexandre Barr?, dan Andr? Strohl. Mereka menemukan sindrom ini pada dua tentara yang menderita keabnormalan peningkatan produksi protein cairan otak.

Diagnosis SGB dapat dilakukan dengan menganalisa cairan otak dan elektrodiagnostik. Indikasi terjadinya infeksi adalah kenaikan sel darah putih pada cairan otak. Sedangkan bila menggunakan elektrodiagnostik, dapat melalui pemeriksaan konduksi sel saraf.

Guillaen Barre Syndrome (disingkat SGB) biasa dikenal juga sebagai radang polineuropati demielinasi akut.

Gejala-gejala yang dapat timbul pada penderita SGB adalah kehilangan sensitivitas, seperti kesemutan, kebas (mati rasa), rasa terbakar, atau nyeri, dengan pola persebaran yang tidak teratur dan dapat berubah-ubah.

Kelumpuhan pada pasien SGB biasanya terjadi dari bagian tubuh bawah ke atas atau dari luar ke dalam secara bertahap, namun dalam waktu yang bervariasi. Penderita SGB parah, kerusakan dapat berdampak pada paru-paru dan melemahkan otot-otot pernapasan sehingga diperlukan ventilator untuk menjaga pasien agar tetap bertahan.

Kondisi penderita dapat bertambah parah karena kemungkin terjadi infeksi di dalam paru-paru akibat berkurangnya kemampuan pertukaran gas dan kemampuan membersihkan saluran pernapasan. Kematian umumnya terjadi karena kegagalan pernapasan dan infeksi yang ditimbulkan.

Termasuk SEREM juga nih sindrome. Tapi alhamdulillah HNI sudah punya solusinya. Silahkan ikut terapi sebagaimana testimoni pasien ini. Semoga Allah memberikan kesembuhan. Amin

Posted by : Nurcahyani Kotta / Ummi Sabil

Herba

Minyak Herba Sinergi
45.000
30.000
StimFibre
350.000
250.000
Total
395.000
280.000

Harga Member (hemat 29.11%)

Belum menjadi member HNI? Dapatkan diskon 10%-30% dengan biaya pendaftaran 10.000 rupiah saja!

Order WA

Dilihat: 85 kali